Tampilkan postingan dengan label bloging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bloging. Tampilkan semua postingan

Istilah Not Provided di Google Analytics

Istilah Not Provided di Google Analytics



Istilah Not Provided di Google Analytics – Saat pertama kali berselancar didunia maya dan mengenal dunia blogger, mimin mulai tertarik untuk mencoba membuat situs berbayar (beli hosting dan domain). Ketika di blogger kita sudah bisa melihat berapa jumlah pengunjung kita, dari mana saja pengunjung menemukan situs kita, apa kata kunci (keyword) yang mereka cari saat menemukan situs kita, dari mana pengunjung itu berasal. Di blogger, sudah disajikan dashboard statistik pengunjung. Nah, ketika sudah tidak menggunakan blogger dan mulai mencoba menggunakan situs berbayar. Lalu, mimin menggunakan Google Analytic sebagai alat webmaster statistik dan analisis pengunjung. Namun saat pertama kali menggunakan, Google Analytic mimin bingung dengan istilah yang berbeda saat menggunakan blogger. (maklum newbie didunia internet)

Apa itu arti Not Provided pada bagian Akuisisi di Google Analytis?

Untuk mengetahui, apa kata kunci yang pengunjung cari saat menemukan kita. Caranya dengan membuka bagian

(lihat sebelah kiri) Acquisition/ Akuisisi > Summary / Ikhtisar > Organic Search
Nah kok ada istilah not provided, artinya apa ya kira-kira? (pikir mimin saat pertama kali buka ikhtisar organic search). Jika diartikan secara bahasa artinya “Tidak disediakan“. Iyah memang, kata kunci yang pengunjung cari yang ingin kita lihat ternyata disembunyikan oleh pihak google untuk menjaga privasi pengunjung. Biasanya pengunjung yang sedang mengunjugi situs kita, karena mereka dalam keadaan login di akun google/gmail.

Mengapa Saat Pengunjung sedang dalam keadaan login akun Google, akan menjadi Not Provided di Google Analytics?

Seperti yang mimin katakan, Google mengamankan data pencarian (kata kunci) pengunjung dengan melakukan enkripsi terhadap koneksi pengunjung ke Google, jadi komunikasi pengunjung dengan Google akan secured menggunakan HTTPS dan ini dilakukan dengan alasan keamanan dan privasi.

Dampak Bagi Blogger atau Pengguna Google Analytics, ketika Queries Not Provided?

Jelas merugikan bagi blogger atau pengguna Ganal (google analytic), karena kita tidak bisa melihat kata kunci yang pengunjung cari. Kita tidak bisa mengevaluasi artikel mana yang niche (meskipun bisa dilihat dari halaman populer, kita bisa menebak kata kunci apa yang pengunjung cari). Lihat saja, jumlah not provided di Google Analytic mencapai 3000 queries sedangkan yang ditampilkan hanya 5 dengan rata-rata 30 queries. Ingin bikin artikel SEO malah terhalang sama fitur ini.

Bagaimana jika kita ingin melihat kata kunci di Not Provided?

Untuk saat ini mimin belum menemukan cara untuk melihat kata kunci yang disembunyikan. Meskipun demikian, kita bisa melihat halaman populer sebagai patokan kita.

Setting Custom URL di Google Apps for Work

Setting Custom URL di Google Apps for Work

Hallo sobat, bagi kamu yang ketinggalan informasi, tidak ada salahnya baca-baca dulu tulisan saya sebelumnya tentang cara daftar dan membuat email di Google Apps for Works . Selain itu baca juga cara setting gmail di Google Apps for Work. Bagi kamu yang sudah mengikuti kedua tutorial tersebut dan berhasil, selamat ya, sekarang kamu sudah memiliki akun email eksklusif dengan nama domain kamu sendiri. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba melakukan kostumisasi  atau mengganti URL yang digunakan untuk mengakses email eksklusif kamu. 

Jadi sebelum diganti, secara default, email eksklusif dapat kamu akses melalui alamat https://mail.google.com/a/namadomainkamu.com misalnya jika domain kamu adalah bukumurah.com maka email nya diakses melalui alamat https://mail.google.com/a/bukumurah.com. Nanti setelah diganti maka email bisa diakses melalui http://mail.bukumurah.com. Langsung saja ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Login ke Google Apps for Work dan kamu akan berada di halaman Admin console berikut.

admin console pada goole apps for work
Pada Admin console di atas, klik Company profile sehingga kamu berada di halaman company profile sebagai berikut.

halaman profile

halaman profile
Pada halaman company profile di atas, ada beberapa menu, berikut ini penjelasan singkatnya.

halaman profile bisnis
Pada menu Profile kamu bisa mengatur bahasa dan zona waktu yang digunakan.

halaman communication preferences
Pada menu Communication preferences kamu bisa mengatur email tentang apa saja yang mau kamu terima.

halaman personalisasi
Pada menu Personalization kamu bisa mengganti logo untuk bisnis kamu. Caranya adalah tandai pilihan Custom logo, pilih file gambar dan klik UPLOAD. Gambar yang digunakan harus format PNG atau GIF dengan ukuran tidak melebihi 320 x 132 piksel.

setting custom url di google apps for work

Pada menu Custom URLs kamu bisa mengganti alamat URL yang akan dgunakan untuk mengakses berbagai aplikasi yang ada pada Google Apps for Work. Caranya adalah tinggal kamu ketik saja nama yang kamu inginkan, seperti pada kotak merah pada gambar. Setelah itu klik Save maka akan muncul tampilan berikut.

membuat cname record
Setelah mengganti URL, kamu diminta untuk membuat beberapa CNAME record baru pada domain kamu. Jadi sekarang kamu buka tab baru di browser lalu masuk ke menu DNS setting pada domain kamu. Tambahkan lima buat CNAME record berikut ini

HOST ADDRESS
mail         ghs.googlehosted.com
calendar         ghs.googlehosted.com
drive         ghs.googlehosted.com
sites         ghs.googlehosted.com
group ghs.googlehosted.com

Jika sudah selesai, kembali ke halaman Google Apps for Work lalu klik I’VE COMPLETED THESE STEPS. Selanjutnya kamu perlu menunggu selama beberapa jam sampai setting CNAME bekerja dan setelah itu URL baru sudah bisa diakses.

Demikian tutorial cara setting custom URL di Google Apps for Work. Semoga tulisan ini membantu kamu.

Sumber : http://www.romlisapermana.com/2015/08/setting-custom-url-di-google-apps-for-work.html

Cara Setting Gmail di Google Apps for Work

Pada tulisan sebelumnya, saya menjelaskan tentang cara daftar dan membuat email di Google Apps for Work. Jika kamu sudah mendaftar dan membuat beberapa akun email untuk  bisnis kamu, maka pada tulisan kali ini kita akan melakukan setting agar akun email yang sudah kamu buat bisa digunakan.

Oke, saya anggap sekarang kamu sudah daftar dan memiliki akun Google Apps for Work (entah mencoba yang gratis atau menggunakan versi berbayar). Sekarang kita akan melakukan setting untuk akun email yang sudah kamu buat sebelumnya. Langsung saja ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

Login ke Google Apps for Work sehingga muncul admin console seperti berikut.

admin console google apps for work

Pada gambar di atas, klik Apps sehingga muncul tampilan berikut.

setting gmail di google apps for work

Pada gambar di atas, klik Gmail sehingga muncul tampilan berikut.
setting gmail di google apps for work
advanced setting gmail di google apps for work


Pada gambar di atas, klik Advanced Settings>> sehingga muncul tampilan berikut.

advanced setting gmail di google apps for work

Pada gambar di atas, klik MX setup instructions sehingga muncul tampilan berikut.

menambah mx record
Pada gambar di atas, tandai pilihan Google servers lalu klik Next >> sehingga muncul tampilan berikut.

memilih nama penyedia jasa domain
Pada gambar di atas, kita memilih nama penyedia jasa domain/hosting tempat kita membeli domain, jika tidak terdapat di dalam daftar, pilih other lalu klik Next >> sehingga muncul tampilan berikut.

menambahkan mx record ke domain hosting
Pada tahap ini kita diminta untuk membuat beberapa MX record di domain hosting yang kita miliki, pada contoh kasus ini saya menggunakan jasa hosting idwebhost.com. Buka tab baru pada browser kamu lalu masuk ke cpanel. Tampilan cpanel kurang lebih seperti berikut.

menambahkan mx record ke domain hosting
Pada bagian Mail, klik MX Entry sehingga muncul tampilan berikut.

cara membuat mx record

cara membuat mx record
Pada gambar di atas, pilihlah nama domain lalu buat beberapa MX record berikut ini.

mx record untuk setting gmail
Setelah selesai membuat lima buah MX record maka kamu akan mempunyai MX record seperti berikut.

mx record yang sudah dibuat
Harap diperhatikan bahwa proses pointing/mengarahkan MX record ini bisa memakan waktu sampai 48 jam (biasanya kurang dari itu) agar bisa berfungsi, jadi ditunggu saja.
Pada browser kamu, kembali ke tab Google Apps pada kondisi terakhir tadi.

setting mx record untuk gmail
Pada gambar di atas klik Next >> sehingga muncul tampilan berikut.

proses update mx record
Gambar di atas memberitahukan bahwa Google sedang melakukan pengecakan terhadap MX record yang kamu buat. Harap dipahami bahwa proses update MX record ini bisa memakan waktu sampai 48 jam dan apabila sudah sukses update maka tampilannya menjadi seperti berikut.

mx record berhasil dibuat
Klik Next >> sehingga muncul tampilan berikut.

setting gmail di google apps for work
Pada tahap ini, Google menanyakan apakah kamu sudah membuat MX record sesuai arahan diatas? tandai pilihan Yes lalu klik Next >>. Pada tahap ini, setting gmail sudah selesai dan kamu harus menunggu maksimal 48 jam sebelum akun email bisa digunakan. Untuk mulai menggunakan akun email bisnis ini, kamu bisa akses dengan cara mengunjungi alamat https://mail.google.com/a/namadomainkamu sebagai contoh misalnya  https://mail.google.com/a/bukumurah.com

Sementara menunggu, kamu bisa mengganti url untuk mengakses email kamu, jadi url yang tadinya https://mail.google.com/a/bukumurah.com bisa diganti menjadi http://mail.bukumurah.com. Untuk tutorialnya saya jelaskan pada tulisan berikutnya. 

Catatan : pada saat kamu mempraktekkan tutorial ini, mungkin saja tampilan admin console sudah berubah (diupdate oleh google) namu secara garis besar tahapan untuk setting gmail adalah seperti yang dijelaskan di atas. Saya harap kamu bisa mempelajarinya sendiri.

Sekian tulisan saya tentang cara setting email di Google Apps for Work semoga tulisan ini bisa membantu kamu.
Sumber : 

Cara Daftar dan Membuat Email di Google Apps for Work

Apa Itu Google Apps for Work?

Google Apps for Work adalah sebuah produk dari Google yang digunakan untuk membantu mengelola sebuah usaha atau bisnis. Layanan yang terdapat di dalam Google Apps for Work itu sangat komplit. Secara garis besar, beberapa fungsi atau manfaat yang bisa didapatkan dari Google Apps for Work diantaranya adalah mengelola dan berbagi pakai dokumen secara online, kalender, penyimpanan (online storage), akun email video conference dan lain-lain. Singkatnya, Google Apps for Work adalah produk yang bisa digunakan untuk membantu mengelola aktivitas bisnis.


Cara Daftar dan Membuat Email di Google Apps for Work

Bagaimana Cara Mendapatkan Fasilitas Google Apps for Work?

Dahulu, Google Apps for Work adalah produk yang diberikan secara gratis, tetapi sekarang sudah menjadi produk berbayar. Namun jika kita ingin mencobanya, Google memberikan kesempatan untuk mencobanya secara gratis selama 30 hari. Jika kamu berminat, langsung saja kunjungi alamatnya di https://www.google.com/apps dan salah satu yang akan kita bahas kali ini adalah fasilitas email dari Google Apps for Work.

Akun Email Eksklusif dari Google Apps for Work

Alamat email yang biasa kita pakai sehari-hari biasanya merupakan email gratis seperti @gmail.com atau @yahoo.com. Tetapi untuk keperluan bisnis, akun email seperti itu kurang “menjual” atau kurang eksklusif. Misalkan kamu punya bisnis jualan online dengan alamat bukumurah.com dan untuk komunikasi dengan pembeli kamu menggunakan email bukumurah@gmail.com maka ini terlihat kurang eksklusif. Dengan Google Apps for Work, kamu bisa membuat akun email dengan nama sales@bukumurah.com atau admin@bukumurah.com dan sebagainya. Menarik bukan?

Cara Daftar Google Apps for Work

Langsung saja ikuti langkah-langkah berikut untuk mendaftar Google Apps for Work.
Kunjungi alamat https://www.google.com/apps sehingga muncul tampilan berikut.


Cara Daftar Google Apps for Work
Pada gambar di atas klik Get started sehingga muncul tampilan berikut.

isi biodata
Pada gambar di atas, isi nama lengkap dan alamat email yang akan digunakan untuk mendaftar serta data bisnis kamu meliputi nama perusahaan atau organisasi, jumlah karyawan, negara dan nomor telepon lalu klik Next sehingga muncul tampilan berikut.

alamat domain
Pada tampilan di atas, menanyakan apakah kamu sudah meniliki domain sendiri atau belum? Saya anggap kamu sudah memiliki domain untuk bisnis kamu, jika belum, kamu bisa membelinya terlebih dahulu. Jika sudah, tandai pilihan Use a domain name I have already purchased lalu masukan nama domain kamu dan klik Next sehingga muncul tampilan berikut.

membuat username and password
Pada gambar di atas, buatlah sebuah username dan password yang nantinya akan dipakai setiap kamu mau login ke Google Apps for Work. Tandai centang kedua kotak persetujuan lalu klik Next sehingga muncul tampilan berikut.

admin console google apps for work
Gambar di atas adalah tampilan Admin console dari Google Apps for Work. Untuk pertama kali klik START SETUP sehingga muncul tampilan berikut.
verifikasi domain untuk google apps for work


verifikasi domain untuk google apps for work

Pada gambar di atas, Google akan melakukan verifikasi atas kepemilikan domain yang kamu daftarkan, klik VERIFY DOMAIN lalu BEGIN VERIFICATION sehingga muncul tampilan berikut.

metode verifikasi domain
Terdapat beberapa cara untuk melakukan verifikasi domain :
  • Recommended method yaitu dengan cara membuat TXT record atau CNAME record pada domain kamu. Untuk melakukan hal ini, klik pada Select your domain registrar or provider kemudian pilih nama penyedia jasa domain tempat kamu membeli domain, jika nama provider kamu tidak ada di dalam daftar, pilih saja Other pada daftar tersebut. Setelah itu copy kode TXT atau kode CNAME yang ditampilkan, kemudian buat TXT atau CNAME record baru di settingan DNS domain kamu. Juka sudah, klik VERIFY.


menambahkan TXT record
  • Alternate method yaitu dengan cara menambahkan HTML tag pada website kamu, upload HTML file ke hosting atau menggunakan verifikasi dengan akun Google Analytics .


Berdasarkan pengalaman yang saya alami, verifikasi dengan menambahkan TXT record atau CNAME record prosesnya agak lama, karena setelah kamu membuat TXT/CNAME record di hosting kamu, maka butuh waktu beberapa jam sampai Google bisa membaca record yang kamu buat. Namun cara ini sangat direkomendasikan Google karena cara ini lebih aman. 
Pada tutorial ini saya menggunakan Alternate method  biar lebih cepat terbaca oleh Google. jadi, tandai pilihan HTML tag nanti akan muncul kode meta tag yang harus kamu pasang di template website kamu. Copy meta tag tersebut.

metode alternatif untuk verifikasi domain

Jika kamu menggunakan blogspot untuk membuat website, cara memasang meta tag adalah :
  • Buka tab baru di browser, masuk ke Dashboard Blogger > Template > Edit HTML
  • Tekan tombol keyboard CTRL+F  lalu ketik </head> dan tekan ENTER
  • Paste kode meta tag tepat di atas kode </head>
  • Save template


Jika kamu menggunakan wordpress atau yang lainnya harap menyesuaikan sendiri ya :)
Setelah memasang meta tag, kembali ke Goole Apps lalu klik VERIFY sehingga muncul tampilan berikut ini.

domain berhasil diverifikasi
Domain kamu berhasil diverifikasi, klik Continue maka kamu akan kembali ke halaman Admin Console seperti berikut.

membuat akun email di google apps for work
Selanjutnya kita akan menambakan user baru untuk masing-masing bagian bisnis kamu, misalkan bagian staff, kasir dan sebagainya.  Pada Admin console di atas, klik menu Users sehingga muncul tampilan berikut.

membuat user baru
Pada gambar di atas, klik tanda + di sebelah kanan sehingga muncul tampilan berikut.


isi username dan password
Pada gambar di atas, isi nama, username dan password lalu klik CREATE sehingga muncul tampilan berikut.

sukses membuat email di google apps for work

Selamat, sampai tahap ini kamu sudah berhasil membuat user dan akun email di Google Apps for Work. Untuk menggunakan email ini silakan login ke alamat http//www.google.com/a/namadomainkamu.com misalnya domain yang kamu daftarkan adalah bukumurah.com maka akses emailnya melalui alamat http//www.google.com/a/bukumurah.com 

Eitss! tunggu dulu, kamu belum bisa menggunakan email tersebut untuk mengirim dan menerima pesan karena Gmail nya belum disetting, yang barusan kamu lakukan hanya membuat akun emailnya saja. Pada tutorial berikutnya saya akan menjelaskan bagaimana cara melakukan setting Gmail di Google Apps for Work. Untuk itu silakan klik disini.

Sekian tulisan saya mengenai cara daftar dan membuat email di Google Apps for Work. Semoga tulisan ini membatu kamu.
Sumber : http://www.romlisapermana.com/2015/08/cara-setting-gmail-di-google-apps-for-work.html

10 Fitur Google Analytic Yang Wajib di Ketahui

Apa itu Google Analytics?

Google Analytics adalah tool dari Google yang bisa digunakan untuk memantau statistik pengunjung dari blog atau website yang kamu punya. Layanan Google Analytics bisa kamu gunakan secara gratis, cukup login dengan menggunakan akun gmail kamu. Setelah itu kamu bisa memanfaatkan beragam fitur yang super keren untuk memantau traffic blog kamu.

Fitur-fitur Google Analytics

Berikut akan saya jelaskan beberapa fitur penting dari Google Analytics

1. Real-Time > Overview

cara mengetahui traffic blog dengan google analytics

Pada halaman Realtime-Overview, kamu bisa melihat berapa banyak pengunjung yang saat ini sedang melihat blog kamu, halaman apayang sedang mereka lihat. Manfaat besar fitur ini adalah ketika kamu hendak mengedit suatu halaman atau postingan, pastikan bahwa halaman yang kamu edit bukan halaman yang sedang dilihat oleh pengunjung.

2. Acquisitions > Overview
aquisitions overview

Pada halaman Acquisitions > Overview, kamu bisa mengetahui dari mana asal pengunjung blog kamu. Sebagai contoh, Direct berarti pegunjung langsung mengetik alamat blog kamu di browser mereka. Organic artinya pengunjung yang datang dari mesin pencari dengan mengetikkan kata kunci (keyword) tertentu. Refferal berarti pengunjung yang datang dari situs atau website lain yang ada link ke blog kamu. Bagi seorang pebisnis online, traffic source sangat penting untuk mengetahui biaya iklan yang dikeluarkan apakah sudah sesuai dengan jumlah traffic yang mengalir atau belum.

3. Audience > Overview > City
Pada halaman Audience > Overview > City kamu bisa melihat dari kota mana saja pengunjung berasal. Bagi pemilik bisnis tentu saja hal ini cukup bermanfaat. Dia bisa tahu di kota-kota mana saja produknya laris terjual. Sehingga dia bisa menentukan strategi misalnya mengadakan promo di kota-kota yang banyak pengunjungya sehingga bisa meningkatkan penjualan produk. 

4. Audience > Overview > Browser and Screen Resolution
Pada halaman ini kamu bisa mengetahui browser apa saja dan berapa besar screen resolution yang digunakan oleh pengunjung. Dengan demikian kamu bisa menentukan pengembangan blog atau website sperti apa yang lebih diprioritaskan apakah versi desktop atau versi mobile.

5. Behaviour > Behaviour Flow
google analytics behaviour flow

Pada halaman behaviour flow  kamu akan mendapatkan informasi tentang kelakuan pengunjung blog kamu. Contohnya halaman mana saja yang paling banyak dikunjungi, halaman mana yang menjadi tujuan awal kemudian halaman mana yang mereka kunjungi setelahnya. Dari data tersebut kamu bisa melakukan optimasi terhadap halaman-halaman yang paling sering dikunjungi. Halaman visitor flow disajikan dalam bentuk gambar sehingga mudah dipahami.

6. Behaviour > Site Content > All Pages
Halaman ini hampir sama dengan halaman behaviour flow. Perbedaannya adalah pada halaman behaviour flow, data disajikan dalam bentuk gambar sedangkan pada halaman Site Content data disajikan dalam bentuk tabel dan berisi data yang lebih detil seperti Bounce Rate, AVerage Time dan sebagainya.

7. Behaviour > In-page Analytic
Pada halaman ini kamu bisa melihat konten apa saja yang sering diklik oleh pengunjung blog kamu. Dengan demikian kamu bisa menentukan strategi yang tepat misalnya untuk menentukan posisi iklan yang tepat di blog kamu.

8. Behaviour > Site Content > Landing Page and Exit Page
Landing page adalah halaman yang menjadi tujuan awal dari pengunjung blog kamu sedangkan exit page adalah halaman  dimana pengunjung meninggalkan blog kamu. jadi bisa dibilang kedua halaman ini adalah seperti pintu masuk dan pintu keluar dari blog kamu. Dengan mengetahui landing page dan exit page kamu bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terutama pada kedua halaman ini agar pengunjung betah berada di blog kamu.

9. Acquisition > All Traffic > Channels > Keyword
Keyword adalah kata kunci yang orang ketik di mesin pencari semacam google, yahoo dan sebagainya. Pada halaman ini kamu bisa mengetahui dengan keyword apa suatu halaman diblog kamu bisa tampil di mesin pencari dan mendatangkan pegunjung. Sangat penting buat kamu untuk mengetahui keyword yang banyak mendatangkan pengunjung agar kamu bisa memperbanyak pengunjung yang datang dari mesin pencari.

10. Acquisition > All Traffic > Channels > Sosial
Pada halaman ini kamu bisa mengetahui seberapa banyak traffic yang datang dari  sosial media. Sosial media adalah salah satu sumber traffic yang penting untuk meningkatkan traffic ke blog kamu.

Itulah beberapa fitur yang sangat penting untuk kamu ketahui dari Google Analytics. Dengan mengetahui traffic dan kelakuan (behaviour) dari pengunjung, kamu bisa menentukan strategi yang tepat untuk memaksimalkan blog kamu. Dan yang lebih hebat lagi, Google Analytics sekarang sudah tersedia dalam aplikasi Android jadi kamu bisa memantau perkembangan blog kamu dari Android kesayangan kamu. Download aja Google Analytics dari Play Store.

Demikian tulisan saya mengenai fitur-fitur Google Analytics yang wajib kau ketahui. Semoga tulisan ini bisa membantu kamu.

Sumber : http://www.romlisapermana.com/2015/08/cara-mengetahui-traffic-blog-dengan-google-analytics.html

Penjelasan, Apa Itu Bounce Rate?

Penjelasan, Apa Itu Bounce Rate?
Pengertian dan Penjelasan, Apa Itu Bounce Rate? – Istilah Bounce Rate sering muncul pada beberapa tools statistik trafik blog seperti Histats dan Google Analytics. Bagi yang masih awam atau baru mendengarnya pasti sedikit bingung. Dimanapun anda melihat yang namanya Bounce Rate pastilah di tampilkan dalam bentuk persentase (%), lalu sebenarnya apa sih yang di maksud Bounce Rate itu? Pengertian dan Penjelasan, Apa Itu Bounce Rate Pengertian dan Penjelasan, Apa Itu Bounce Rate ? Bounce Rate adalah rasio pentalan atau memperlihatkan berapa persentase pengunjung yang mental dari blog kita, mental bagaimana? Pentalan disini maksudnya adalah seberapa persentase pengunjung blog yang pergi begitu saja dari blog kita tanpa ada interaksi (klik) apapun pada laman blog. Jadi dengan kata lain Bouce Rata adalah pengunjung yang datang dan pergi begitu saja tanpa mau klik laman lain di web atau blog kita. VipMandiriQQ Semakin tinggi persentase Bounce Rate seringkali di anggap kurang baik, atau Bounce Rate juga menggambarkan rendahnya pageviews dari suatu blog atau bisa juga dianggap blog kita kurang memberikan manfaat yang lebih. Tapi jangan terlalu awal mengambil kesimpulan dari penjelasan di paragraf ini ya? mari kita simak beberapa penjelasan di paragraf berikutnya. Bagaimana dan Mengapa Bounce Rate Terjadi ? Bagaimana bisa terjadi? tentu saja karena pengunjung blog menutup tab laman blog kita atau langsung menuju situs lain. Lalu mengapa pengunjung blog tidak mau berinteraksi dengan laman blog kita, mengapa dia tidak klik laman lain di blog kita? Karena pengunjung salah masuk laman, atau artikel di blog kita bukanlah yang dia cari Artikel di blog kita tidak memberikan manfaat dan tidak memberikan solusi Pengunjung blog keluar dari blog karena loading blog kita terlalu lamban dan berat Pengunjung blog sudah mendapatkan apa yang dia cari atau artinya artikel kita sudah memberikan apa yang dia cari Salah satu hal yang menyebabkan Bounce Rate tinggi adalah karena kurang baiknya navigasi blog kita, atau dengan kata lain pengunjung blog tidak menemukan artikel terkait lainnya yang menarik. Navigasi yang di maksud disini misalnya adalah bar navigasi, widget related post, widget popular post, internal link dan lain sebagainya. Bisa juga karena blog anda membahas niche atau topik yang beragam sehingga pengunjung blog sulit menemukan relevansi artikel menarik yang menjadi minatnya. Bounce Rate Tinggi, Baik atau Buruk ? Jawabannya adalah “tergantung” misal saja blog kita merupakan blog yang memiliki artikel yang singkat, padat, jelas dan to do point maka Bounce Rate yang tinggi itu bisa di katakan wajar karena dengan sebentar saja pengunjung blog sudah paham inti dari artikel di blog kita. Namun jika blog kita rata-rata memiliki artikel deskripsi yang cukup panjang kemudian Bounce Rate tinggi itu bisa di katakan kurang baik. Dengan asumsi dengan artikel yang panjang tersebut seharusnya pengunjung blog bisa stay di blog kita sampai 45 detik. Namun saya pribadi beranggapan Bounce Rate yang tinggi itu kurang baik. Karena seharusnya blog kita bisa menahan pengunjung untuk berlama-lama dan membaca artikel kita lainnya. Setahu saya Google juga melihat nilai manfaat dari sebuah blog dari informasi data Bounce Rate yang ada. Lalu bagaimana sih caranya agar Bounce Rate blog kita menjadi rendah? Tips Agar Bounce Rate Rendah Pada intinya bagaimana caranya kita bisa menahan pengunjung blog selama minimal 45 detik atau bahkan kita sebisa mungkin membuat pengunjung blog meng-klik laman lain di blog kita. Beberapa tips berikut ini mungkin anda bisa mencobanya: Buatlah loading blog anda ringan Desain blog dengan lebih menarik Gunakan internal link yang berkaitan Buat menu navigasi yang jelas Fokus pada satu topik blog (optional) Tingkatkan kualitas konten dan keunikan konten Kalau ngomong itu emang enak ya? tapi memang sebenarnya Bounce Rate itu memang tidak mudah, namun tidak ada salahnya kita coba beberapa tips diatas. Karena pada dasarnya selain optimasi topik blog tertentu juga bisa mendapatkan pageviews tinggi sehingga Bouce Rate rendah. Oke saya rasa cukup sekian bahasan mengenai Pengertian dan Penjelasan, Apa Itu Bounce Rate? semoga membantu. Sumber : http://uceng999.com/pengertian-apa-itu-bounce-rate/