Tampilkan postingan dengan label debian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label debian. Tampilkan semua postingan

Mengatur Hak Akses di Debian

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saya akan menjelaskan sedikit mengenai metode pengizinan akses. Fungsinya adalah untuk batasan akses terhadap file atau direktori. Metode pengizinan akses yaitu chmod. chmod ada dua cara, dengan menggunakan angka dan menggunakan huruf.

Berikut langkah langkah metode pengizinan akses dengan chmod.
1. Masuk ke direktori dengan perintah cd, lalu buat direktori menggunakan perintah mkdir kemudian masuk ke direktori tersebut, lalu buat file dengan perintah touch. Ketik perintah ls -l yang fungsinya melihat isi file secara list yang ada di direktori tersebut.

2. Ketik perintah chmod 777 [namafile]. Chmod kepanjangan dari change mode.

1 = (x) execute
2 = (w) write
4 = (r) read
Perintah diatas adalah 777 yang berarti 1+2+4=7 atau 7 = rwx yang berarti 777=rwxrwxrwx. Perintah diatas 7nya ada tiga kali yaitu yang pertama buat user sendiri, yang kedua untuk group, dan yang ketiga untuk other atau orang lain.

3. Buat file yang kedua, lalu ls -l, dan ketik chmod u+rwx,g-rwx,o-rwx. Kemudian ls -l.

u = user
g = group
o = other
perintah diatas adalah u+rwx,g-rwx,o-rwx, yang artinya user ditambahkan rwx, group dihilangkan rwx, dan other dilihangkan rwx. Kalau kita menggunakan angka, yaitu 700.

Sekian penjelasan dari saya, hanya itu yang saya ketahui. Kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Sumber : http://academy-tkj.blogspot.co.id/2014/10/metode-pengizinan-akses.html

Bermain Menggunakan Editor Vi

Karena ane biasanya menggunakan editor nano di linux, semenjak bergaul sm Trustix jdi ane migrasi juga ke editor VI ini. Pertamanya? Bingung sangat! Berikut cara menggunakan vi editor linux.

Mode


Command / Perintah VI Editor
Vi memiliki dua mode yaitu mode command, dan mode insertion. Ketika kita membuka vi, maka pertama kali akan masuk ke mode command, dimana kursor dapat kita gerak-gerakkan atau bahkan melakukan penghapusan terhadap teks. Mode insertion dimulai ketika memasuki salah satu perintah insertion atau perintah change, yaitu perintah untuk mengedit teks dengan menuliskan huruf demi huruf. Dengan menekan tombol Escape (ESC), maka kita dapat kembali lagi ke mode command. Pada mode command, kebanyakan eksekusi terhadap perintah langsung dilakukan seketika itu juga, kecuali pada perintah yang menggunakan titik dua (colon) harus diakhiri dengan penekanan tombol enter.

Daftar Perintah / Command di VI Editor


Berikut ini perintah-perintah / daftar command vi yang umum digunakan, dikelompokkan berdasarkan fungsonalitasnya.

Keluar dari Vi:

Untuk keluar dari VI ada berbagai macam cara yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya, yaitu:
 :wq Keluar dan simpan perubahan yang telah dilakukan, ini ekivalen dengan perintah :wq
:q Keluar, selama tidak melakukan perubahan terhadap file
ZZ Keluar, dan menyimpan perubahan ketika terjadi perubahan
:q! Keluar dengan mengabaikan semua perubahan yang telah diakukan terhadap file

Menggerakkan Kursor:

[ad]h Menggerakkan kursor ke kiri
j Menggerakkan kursor ke bawah
k Menggerakkan kursor ke atas
l Menggerakkan kursor ke kanan
w Menggerakkan kursor ke kata berikutnya
W Menggerakkan kursor ke pembatas kosong kata berikutnya
b Menggerakkan kursor ke ke awal kata
B Menggerakkan kursor ke ke awal pembatas kosong kata
e Menggerakkan kursor ke akhir kata
E Menggerakkan kursor ke akhir pembatas kosong kata
( Menggerakkan kursor ke kalimat sebelumnya
) Menggerakkan kursor ke kalimat berikutnya
{ Menggerakkan kursor keke paragraf sebelumnya
} Menggerakkan kursor ke paragraf berikutnya
0 Menggerakkan kursor ke awal baris
$ Menggerakkan kursor ke akhir baris
1G Menggerakkan kursor ke baris pertama dari isi file
G Menggerakkan kursor ke baris terakhir dari isi file
nG Menggerakkan kursor ke baris ke-n dari isi file
:n Menggerakkan kursor ke baris ke-n dari isi file
fc Menggerakkan kursor ke huruf c terdekat selanjutnya (huruf c dapat diganti oleh huruf apa saja yang pengin dicari)
Fc Menggerakkan kursor ke huruf c terdekat berikutnya (huruf c dapat diganti oleh huruf apa saja yang pengin dicari)
H Menggerakkan kursor ke atas tampilan layar
M Menggerakkan kursor ke tengah tampilan layar
L Menggerakkan kursor ke bawah tampilan layar

Menghapus Teks:

x Hapus sebuah karakter pada posisi kursor
X Hapus sebuah karakter di sebelah kiri kursor
D Hapus seluruh karakter dari posisi kursor sampai akhir baris
dd Hapus satu baris pada kursor
:d Hapus satu baris pada kursor

Yanking Teks:

Seperti pada penghapusan, hampir semua perintah yank dilakukan dengan mengetik y diikuti perintah gerakan kursor. Misal,y$ yanks ke akhir baris. Dua perintah yank yang lain adalah:

yy Yank baris saat ini
:y Yank baris saat ini

Pengubahan Teks:

Perintah pengubahan teks ini adalah perintah untuk melakukan penghapusan teks dan masuk ke mode insertion. Dilakukan dengan mengetikkan c diikuti sebuah gerakan kursor. Misal cw akan menghaus sebuah kata dan memasuki mode insertion. Perintah lainya adalah:

C Hapus teks dari posisi kursor sekarang sampai akhir baris, dan kemudian masuk mode instertion
cc Hapus satu baris teks di mana posisi kursor berada, dan masuk ke mode insertion

Penanda

Penanda dipake untuk menandai posisi kursor saat ini dengan nama berupa sebuah huruf (kecil). Penanda juga digunakan untuk membatasi jangkauan.

mc Mengeset penanda c pada posisi kursor sekarang.
`c Menuju ke posisi penanda
‘c Menuju ke awal baris posisi penanda

Pencarian String:

/string Melakukan pencarian string ke depan
?string Melakukan pencarian string mundur
n Menuju hasil pencarian string selanjutnya
N Menuju hasil pencarian string sebelumnya

Replace

Melakukan pencarian dan hasil pencariannya diganti dengan string tertentu. Menggunakan perintah :s. Ini umumnya digunakan dalam kombinasi dengan range atau perintah :g.

:s/pattern/string/flags Lakukan pencarian terhadap pola pattern dan ganti dengan string sesuai dengan flagsnya
g Flag – ganti semua pola yang ditemukan
c Flag – meminta konfirmasi bila terjadi penggantian
& Ulangi perintah :s terakhir

Count:

Hampir semua perintah dapat didahului dengan sebuah angka, yang menunjukkan berapa kali perintah tersebut dieksekusi. Misal 6dw akan menghapus 6 kata; dan 2fe akan menggerakkan kursor maju sampai ditemukan 2 kali huruf e.

Range/Jangkauan:

Range digunakan di depan perintah yang menggunakan colon (titik dua). Misal :3,7d akan menghapus baris 3-7. Range umumnya dikombinasikan dengan perintah :s untuk melakukan penggantian pada beberapa baris. Contoh lagi:.,$s/pattern/string/g untuk melakukan penggantian dari baris saat ini sampai akhir baris.

:n,m Range – Baris n sampai m
:. Range – Baris sekarang
:$ Range – Baris terakhir
:’c Range – Penanda c
:% Range – Semua barisdalam file
:g/pattern/ Range – Semua baris yang sesuai dengan pattern

File:

:w file Menulis ke file
:r file Membaca/membuka file
:n Menuju file berikutnya
:p Menuju file sebelumnya
:e Mengedit file
!!program Ganti baris dengan output dari program

Lainnya:

~ Toggle untuk huruf besar dan huruf kecil
J Menggabungkan baris
. Mengulangi perintah perubahan-teks terakhir
u Membatalkan perubahan terakhir (Undo)
U Membatalkan semua perubahan

Rasanya beberapa perintah di atas sudah cukup mumpuni untuk menggunakan Vi secara efekstif dan efisien. Sering-sering menggunakan dan membiasakan diri dengan perintah-perintah diatas, learning by doing, niscaya anda akan menjadi pendekar VI.


Refrensi : http://www.modalsemangat.com/2015/10/perintah-command-vi-editor-linux.html

Mengkonfigurasi sudoer di debian

Asslamu'alaikum Wr.Wb.
Berikut ini saya akan menjelaskan tentang mengkonfigurasi sudoer. Sudoer berfungsi untuk mengedit user yang baru di bikin agar bisa login sebagai super user dengan menggunakan perintah sudo su.
Secara default, di debian 7 tidak ada fitur sudo, fitur ini harus kita install dahulu sebelum mengkonfigurasi sudoer.
Berikut langkah-langkah konfigurasi sudoer.
1. Mari kita install paket sudo dengan perintah apt-get install sudo.
2. Setelah itu kita menambahkan user, lalu kia login dengan user tersebut kemudian ketik perintah sudo su.

4. Coba dilihat gambar diatas, ada kata rpl is not in the sudoers file, yang berarti user rpl belum terdaftar untuk masuk sebagai super user di file sudoers. Langkahnya yaitu login sebagai root lalu edit file /etc/sudoers.

5. Setelah itu, tambahkan di baris user privilege specification dan tambahkan user yang ingin bisa menjadi super user dan samakan seperti root.

6. Setelah di edit, save dan exit. Lalu restart sudonya => /etc/init.d/sudo restart.

7. Lalu kita login sebagai user yang tadi di masukkan ke dalam file sudoers. Lalu ketikan perintah sudo su.
Selesai mengenai konfigurasi sudoers. Hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Sumber : http://academy-tkj.blogspot.co.id/2014/10/mengkonfigurasi-sudoer-di-debian-7.html

Mudahnya mengatur USER dan GROUP di debian 7


Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Sebelumnya, di linux terdapat yang namanya user dan group. Fungsinya user adalah untuk login ke dalam linux. User ada dua yaitu root dan user biasa. Sedangkan fungsinya group untuk mengelompokkan banyak user ke dalam suatu kelompok. Cara menambahkan user ada dua yaitu adduser dan useradd.
Perbedaannya useradd dan adduser.
adduser => membuat group otomatis, langsung meminta untuk mengisi password, membuat direktori secara otomatis.
useradd => tidak membuat group otomatis, tidak meminta untuk mengisi password, tidak membuat direktori secara otomatis (kecuali dengan option -m).

Yang pertama akan dibahas adalah membuat user dengan adduser,
1. Ketik perintah adduser [namauser]. Setelah itu isi password yang diminta dan isi keterangan tentang user tersebut.

2. Setelah selesai dibuat, kita tes apakah user tersebut bisa digunakan.

Yang kedua adalah cara menambahkan user dengan perintah useradd.
Jika kita hanya menambahkan user saja, maka user tersebut tidak bisa login karena setiap ingin login kita diminta untuk mengisi password. Maka setelah membuat user tersebut, kita harus membuat password agar bisa login ke dalam linux tersebut.
1. Ketik perintah useradd [namauser] enter kemudian ketik perintah passwd [namauser].
Secara otomatis setelah kita membuat user dan password, user tersebut tidak mempunyai home direktori. Jika ingin membuat user langsung direktorinya terbuat otomati kita tambahkan option -m. Contoh : useradd -m [namauser].

2. Membuat home direktori untuk user => mkdir [letak direktori user] enter, lalu usermod -d [letak direktori user] [namauser].
Ohh iya, jika saat login kita tidak bisa ngapa-ngapain karena harus membuat shellnya agar usernya bisa digunakan.

3. Ketik perintah usermod -s /bin/bash [namauser].

4. Setelah kita membuat shell untuk user tersebut, coba kita login ke user yang tadi di buat.

Cara menambahkan user sudah selesai, sekarang mari kita membuat group buat user yang tadi kita buat.
1. Ketik perintah addgroup [namagroup].

2. Lalu kita masukan user tersebut ke dalam group yang tadi kita buat => usermod -G [namagroup] [namauser].

3. Setelah itu kita lihat apakah user tersebut sudah masuk ke dalam group yang tadi kita buat.

Nanti hasilnya akan terlihat di paling bawah.
it = nama group
x = password yang terenkripsi
1003 = GID
rpl,tkj = user yang berada di dalam group it

Demikian mengenai manambahkan user dan group kurang lebihnya mohon maaf,
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Sumber : http://academy-tkj.blogspot.co.id/2014/10/menambahkan-user-dan-group-di-debian-7.html